And the journey begins

by . 2 Comments

It's been 6 months since I last updated this blog and lots of things have happened. So here I am now, writing my first post from Singapore!

Hampir semua orang mempunyai mimpi, cita-cita, yang membuat mereka keep motivated menjalani hidup, membuat mereka berusaha mati-matian untuk menggapai mimpi tersebut. Keberhasilan meraih mimpi adalah salah satu hal yang dapat membuat kebahagiaan sesungguhnya. :)

Salah satu mimpi terbesar yang gw punya sejak dulu adalah mengikuti Exchange Program ke Universitas di luar Indonesia. Salah satu alasannya adalah, seperti yang gw tulis di motivation letter;
"I want to know another culture first-hand and at the same time introduce my own culture to people abroad. I'm always curios about every culture from all around the world. Even though we can just get almost all the informations about it from books, internet, television, and many other media, it would all be nothing compared to visiting the places where the story was written."

Dan alhamdulillah, mimpi tersebut akhirnya terwujud.


---

Perjuangan ini dimulai sejak akhir Desember tahun 2011. Saat itu gw memang lagi gencar-gencarnya mencari beasiswa exchange atau summerschool ke luar negeri. Untungnya di UI sendiri informasi mengenai program ini sangat lengkap di milis International Office (IO-UI) (if you haven't joined this, here's the link ). Hampir setiap hari milis tersebut selalu dipenuhi berbagai pengumuman beasiswa exchange ke universitas-universitas luar negeri dan kegiatan-kegiatan internasional lainnya. Beasiswa exchange pertama yang gw apply adalah exchange di Waseda University, Japan. Memang waktu itu gw pengen banget exchange ke Jepang, jadi pencarian gw selalu difokuskan pada program-program exchange di Jepang. Hanya satu mahasiswa yang mendapat beasiswa ini dari Universitas Indonesia. Dan ya, mahasiswa beruntung itu bukan gw :) Saat itu gw tidak terlalu kecewa selain karena kemungkinan lulus sangat kecil, usaha gw juga sangat pas-pasan karena itu adalah "percobaan" pertama. 

Sejak itu gw mulai gencar mencari informasi beasiswa exchange atau summerschool melalui milis IO atau sekedar googling. Pada proses pencarian kali ini, gw lebih tertarik dengan program exchange di ASEAN karena Mama sepertinya ga terlalu setuju kalo gw ke Jepang. Setiap kali gw sampaikan niat untuk mencari beasiswa ke Jepang, Mama selalu memeluk gw erat-erat untuk menunjukkan ke-tidak-rela-annya hehehe. Mama pun akhirnya memberi nasihat agar gw mencari beasiswa ke Singapura atau Australia. Jadi setelah itu gw mulai mengikuti saran beliau :) Selama proses pencarian ini, gw sempat merasa putus asa karena entah kenapa, pengumuman-pengumuman yang gw dapatkan selalu out of date alias deadline nya sudah lewat. Gw sempat berpikir mungkin memang gw tidak ditakdirkan untung mengikuti program semacam ini hehe :p

Tapi perjuangan pencarian tidak berhenti sampai di situ. Beberapa bulan kemudian gw mencoba apply program AUN-ACTS (Asean University Network - Asean Credit Transfer System). Awalnya, applicants dari UI diharuskan mengirim beberapa berkas ke kantor IO-UI seperti CV, Motivation Letter, hasil TOEFL, Recomendation Letter, dan transkrip nilai. Setelah itu, kami semua dipanggil untuk interview karena jumlah applicants yang banyak dan UI hanya dapat mengirimkan 3 orang untuk program ini. Dan karena memang belum rezeki nya, gw tidak lolos tahap interview. Jujur saat itu gw sangat sedih, karena peluang beasiswa ke negara ASEAN tergolong langka. Namun sejak saat itu gw memutuskan untuk lebih membenahi diri agar bisa lebih maksimal pada interview-interview berikutnya karena gw masih belum menyerah untuk mendapatkan beasiswa exchange.

Usaha-usaha yang gw lakukan untuk ini antara lain:
  • Merombak total CV. Untuk melakukan ini, gw pun meminta CV dari beberapa senior Fasilkom yang prestasinya memang udah keren banget. Gw juga minta CV senior yang pernah menerima beasiswa ke luar negeri. CV mereka itu akhirnya gw jadikan acuan dalam membuat CV yang lebih menarik dan lebih "meyakinkan" walaupun prestasi gw sebenernya masih tergolong sedikit hehehe.
  • Membuat motivation letter. Untuk beasiswa exchange yang didapatkan melalui IO-UI, biasanya pihak IO-UI akan selalu meminta motivation letter sebanyakan satu halaman sebagai persyaratan. Karena itu gw berpikir daripada gw ngerjainnya mepet deadline lebih baik gw mempersiapkan jauh-jauh hari bahkan sebelum gw tau apa yang mau gw apply :p Untuk ini, gw juga mencoba meminta motivation letter dari beberapa senior dan juga mencari contoh-contoh nya di internet. Maklum, gw bukan termasuk tipe orang yang gemar menulis dan gw selalu merasakan kesulitan untuk menyampaikan ide-ide dalam bentuk tulisan.
  • Belajar mengenali diri lebih dalam dengan cara menuliskan SWOT, latar belakang diri, dan rencana hidup 5 tahun mendatang gw pada suatu file khusus. Hal ini gw lakukan karena pada interview-interview beasiswa, hal-hal dasar tersebut pasti selalu ditanyakan. Gw berpikir akan jauh lebih mudah jika gw menuliskan hal-hal tersebut dan tinggal membacanya untuk persiapan interview ketimbang gw baru memikirkannya pada saat ditanyakan oleh interviewer.

Setelah mempersiapkan semua hal di atas, file-file tersebut gw coba rapikan pada suatu folder tertentu supaya ketika nanti gw apply program lain , gw ga perlu pusing dan tinggal membuka folder itu untuk mempersiapkan semuanya. File ketiga biasanya selalu gw baca pada hari sebelum interview atau beberapa jam sebelum interview hehehe. Hal lain yang gw lakukan tentunya adalah improving my English skill karena interview untuk program exchange ini selalu dilakukan dalam Bahasa Inggris.

Beberapa bulan kemudian gw pun apply lagi untuk program TF LEaRN @ NUS, program exchange selama 1 semester di NUS, Singapore. Kali ini dengan persiapan yang lebih matang, gw pun mencoba mengumpulkan berkas yang dibutuhkan. Lagi-lagi karena belum rezekinya gw akhirnya tidak dapat memproses lebih lanjut aplikasi gw untuk program ini karena jadwal interview yang tidak pas. Saat itu jadwal interview nya tepat sehari setelah tanggal kepulangan gw ke Bukittinggi. Tetapi gw tetap tidak patah semangat, karena gw yakin dari sekian anak panah yang gw lemparkan ini, ga mungkin ga ada satupun yang ga kena sasaran.

Dan akhirnya pilihan terakhir gw jatuh pada program TF LEaRN @ NTU, Singapore. Foundation pemberi beasiswa ini sama dengan foundation yang memberikan beasiswa pada program sebelumnya. Saat itu gw sudah meniatkan bahwa ini adalah kali terakhirnya gw apply untuk program exchange selama gw kuliah. Berhubung gw sudah tahun ketiga dan gw ingin tetap lulus maksimal 4 tahun, gw berpikir satu-satunya kesempatan gw yang tersisa adalah mengikuti exchange di semester 6. Gw tetap yakin untuk apply program ini walaupun gw tahu bahwa salah satu resiko terbesar yang akan gw hadapi kalau gw diterima adalah gw harus menunda untuk mengambil mata kuliah Proyek Perangkat Lunak (PPL). Mata kuliah ini dijadwalkan untuk diambil mahasiswa Ilmu Komputer pada semester 6, dan hanya dibuka pada semester ganjil. Artinya jika gw mengikuti exchange pada semester 6, gw baru bisa mengambil matkul ini pada semester 8. Resiko ini gw anggap sebagai resiko terbesar karena bobot sks PPL yang berjumlah 6 SKS. Selain itu, mata kuliah ini adalah mata kuliah berkelompok, yang artinya jika gw tidak mengambilnya tepat waktu, gw akan berkelompok dengan mahasiswa yang bukan berasal dari angkatan gw.

Akhirnya semua berkas pun dikumpulkan ke kantor IO-UI. Beberapa hari kemudian, sms dari pihak IO-UI yang berisi undangan interview datang. Gw sebenernya agak kaget karena pemberitahuan yang sangat mendadak. SMS itu dikirimkan pagi-pagi dan interview akan diadakan siang harinya di hari yang sama. Singkat cerita, gw akhirnya tiba di IO-UI siang hari itu. Sekitar satu jam kemudian, Pak Jun yang merupakan ketua IO-UI dan interviewer kali ini datang. Ga lama kemudian gw dipanggil dan gw pun masuk ke ruangan interview. Interview berjalan seperti biasa dan dengan pertanyaan-pertanyaan standar seperti yang gw tulis sebelumnya. Interview saat itu hanya berlangsung kira-kira 10 menit.

Besok paginya, tiba-tiba gw ditelpon oleh mbak Inez dari IO-UI. Gw pun diberitahu bahwa gw lolos tahap interview, dan gw bersama 4 teman lainnya dari UI akan direkomendasikan ke NTU untuk mengikuti program ini. Waktu itu gw senenggg banget karna gw berpikir paling kurang nama gw udah pernah masuk ke NTU hahaha. Tapi Mba Inez juga bilang  bahwa gw harus melengkapi beberapa berkas dan disubmit secara online ke website TF LEaRN. Setelah gw cek, ternyata salah satu syarat yang diminta adalah scanned copy of passport. Passport yang gw punya waktu itu masa berlakunya sudah habis dan deadline pengumpulan berkas ini tinggal sebentar lagi. Gw panik banget waktu itu apalagi untuk membuat passport, gw harus punya akte kelahiran dan kartu keluarga asli yang semuanya berada di Bukittinggi. Hopeless, akhirnya gw kirim email ke Mba Inez untuk memberi tahu hal tersebut. Mba Inez kemudian menyuruh gw mengirim email ke pihak TF LEaRN untuk memberi tahu masalah ini. Sesuai intstruksi, gw pun mengirim email ke pihak TF LEaRN NTU. Dan ternyata mereka merespon dengan sangat baik, gw diminta mengumpulkan passport yang lama terlebih dahulu dan gw diminta segera mengurus passport yang baru. Ada harapan :') akhirnya gw segera menghubungi mama di rumah untuk mengirimkan akte dan KK asli. Waktu itu gw ga berani bilang kalo gw mau bikin passport, gw cuman bilang gw harus melengkapi berkas untuk suatu beasiswa dan gw harus menunjukkan kedua berkas tersebut.

Singkat cerita, sekitar 2 minggu kemudian akhirnya passport baru gw sudah jadi dan gw pun mengirimkan semua berkas yang dibutuhkan termasuk recommendation letter yang gw minta dari PA gw, Pak Ito (Terimakasihhh Pak Ito baik hati yang responnya sangat baik dan sudah bersedia membuatkan ini), dan juga scan transkrip nilai terbaru lengkap dengan cap Fasilkom yang gw dapatkan juga dengan perjuangan (untuk yang satu ini ada ceritanya sendiri bersama Pak Isro, satpam Fasilkom, yang ga bisa gw ceritain di sini hehehe. I love you full lah pokoknya Pak).

Semua berkas sudah disubmit. Setelah itu gw selalu berusaha untuk ga terlalu berharap karena gw takut ujung-ujungnya kecewa kalo ternyata masih belum rezekinya :') Hasil seleksi akan dikirimkan sekitar satu bulan kemudian. Selama satu bulan ini, gw selalu dihantui Raja yang sering banget bahas tentang itu. Huftness banget deh pokoknya padahal gw udah berusaha ga nginget-nginget lagi eh malah dibahas terus. Selama penantian sebulan itu, gw juga selalu mengusahakan untuk bersedekah selama gw bisa dan setiap sedekah itu selalu gw niatkan karena Allah, dan kemudian gw berdo'a agar bisa lulus beasiswa ini.

Dan akhirnya hari itu pun datang. 31 Oktober 2012, di lab, gw lagi belajar SC karena 2 hari kemudian mau UTS. Gw udah standby di sana dari pagi dan selalu refresh inbox email setiap menit karena sesuai jadwal, hasil seleksi akan diumumkan hari itu. Dan akhirnya....email itu datang juga



Email dari TF LEaRN yang diforward oleh IO-UI


Acceptance Letter



Alhamdulillaaaaaaaaaah! Gw seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget. Akhirnya perjuangan selama ini membuahkan hasil :''''') Ga nyangka banget bisa dapet kalo inget saingan gw yang semuanya jago-jago. Gw langsung sujud syukur dan gw langsung lari ke depan gudang aula untuk memberitahu seseorang :p Kebetulan di sana juga ada Raja. Akhirnya semua yang duduk di sana ikutan tau dan memberikan selamat. Gw juga segera beli pulsa buat nelpon mama memberitahukan kabar bahagia itu :')

---


Begitulah kisah perjuangan gw buat mendapatkan beasiswa exchange :D Alhamdulillah sekarang udah sebulan gw di NTU, Singapore. Banyak kisah-kisah tentang kehidupan baru di sini yang juga akan gw share di post-post selanjutnya. So ya, now, another journey begins :)

The permalink

2 Responses to And the journey begins